24.8.09

yang tidak bisa di dapatkan di tempat tanpa sekat

Tempat tanpa sekat itu adalah,
Saya menikmati malam di pelataran taman, berbincang dengan sahabat, atau menikmati waktu sambil berlama-lama di Gramedia, mencari buku, duduk sambil membaca sebelum membayarnya. Makan bakmi pinggir jalan di depan GIM, pergi ke kedai ice cream dengan beberapa sahabat, ngopi di depan kampus, menghabiskan malam dengan berbagi tentang banyak hal. Memilih Galaxsi Theater atau 21 dibandingkan Blitzmegaplex ketika luang. Atau ketika memilih kursi beratapkan langit dengan lilin kecil di meja, ikut bersenandung dengan suara yang ngepas. Yang bisa dikatakan itulah saat-saat dimana saya menghabiskan banyak waktu yang tidak berguna.

Tapi kali ini, cukup ditempat ini, di rumah Allah. Saya bersinergi waktu, bersujud. Yang kini cuma dapat sesekali dikunjungi. Rasanya begitu damai. Sinergi yang mengalir tidak saya dapat ketika di tempat tanpa sekat. Beruntung sekali malam ini, setelah tarawih dan dalam perjalanan pulang, bisa menyadari sesuatu. Mendapatkan jawaban-jawaban tentang tarawih, yang selama ini menjadi pertanyaan. Kenapa tarawih panjang rakaatnya? Kenapa di bulan Ramadhan?

Karena saya merasa lebih tenang setelah berdiri diam, dan berdoa.

Saya sedang mengosongkan pikiran dan meluruskan niat. Doakan saya ya.

Dearest,

Adelia Tri

Dunia dan Persahabatan

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Kolaborasi! Yang selalu membuat saya tertawa cekikikan di sela-sela kesibukan kuliah....karena seru-seruan dikedai kopi, konser bareng di club, ngenet bareng d Eco, rusuh di bioskop, menggila di kampus, foto-foto seru di berbagai tempat, wall-wall kalian di facebook, chat di YM, sampai ke sms dan telfon. Kayaknya waktu 24jam itu masi terasa kurang ia.... sungguh menyenangkan bisa mengenal kalian semua. Terima kasih untuk persahabatan yang indah yang kalian berikan untuk saya.

Luph U all, girls, mbah.......................=)

Dunia itu besar. Persahabatanlan yang membuatnya kecil.

Saya tahu bahwa persahabatan itu tidak mungkin akan dalam keadaan tertawa bersama seterusnya. Pasti, nanti di depan kita akan menemukan titik hitam dalam tabula rasa persahabatan. Yang bisa kita lakukan hanyalah mengeratkan jemari. Bahwa setiap masalah yang datang, konflik yang muncul, tidak akan menjauhkan kita. hubungan ini akan membawa kita kepada pengalaman-pngalaman yang seru dan membuat kita akan tertawa besama-sama pada akhirnya. Karena persahabatan itu adalah sesuatu yang dibangun dari fondasi emosional yang solid. Dari berbagai perbedaan dan sedikit persamaan. Kita bersama-sama akan belajar menerima dan berbagi pelajaran dari pengalaman-pengalaman itu. iya, kita semua...
Saya sudah belajar banyak dari kalian. Belajar menghargai perbedaan. Pelajaran pertama yang kalian berikan.
Saya Cuma ingin mengucapkan terima kasih untuk kalian semua yang telah menjadi bagian terbesar dari kehidupan saya. Selalu ada disamping saya dalam setiap kejadian besar atau kecil, peting atau tidak penting. Tak perduli apakah kalian ada hanya untuk semusim atau seumur hidup saya.
Ada yang bilang cinta itu buta. Tapi untuk saya persahabatan adalah hal yang sangat jelas dan nyata untuk dilihat.

Ibarat rujak, saya dan mereka itu buah-buahan yang terbumbui jadi satu dan bungkusnya berkaret sembilan. Pedes abiss. Karena rasa pedas itu selalu jadi candu, bukan?? ?

Har chan (myMitra), Tsetse (si goyang blender) , Ece sihombing (si kodok), Chacha partner (si Nini), Idul partner (Ms.Karyo), Geby (cinta nggak akan kemana qo), Resha (hi cha), Mbah Irvand (dulunya Om, sekarang Mbah)

I love you All....
Selalu menyenangkan bisa berbagi tawa dan tangis bersama mereka yang mengasihi kita.
Selalu menyenangkan untuk bisa punya orang seperti itu di sekitar kita.

Orang datang dan pergi, tapi tempat mereka selalu saya simpan. Tidak akan bikin sesak, karena selalu ada tempat di hati saya untuk kalian. Hati adalah ruang yang sangat lentur dan bisa selalu memuat orang-orang yang disayangi.
Tanpa mereka, sulit rasanya melewati banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Karena mereka, saya merasa punya kekuatan lebih untuk menghadapi hari demi hari. Bisa jadi, ini "basi" banget buat banyak orang, tapi mau gimana lagi, saya merasa perlu untuk bilang pada mereka semua, betapa saya bahagia dan bersyukur bisa menjadi sahabat mereka

Lets sing this song together!
Kamu sangat berarti istimewa di hati
Slamanya rasa ini
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
(ingatlah hari ini-project pop)

Terima Kasih, Merci

Three birds, sat on my window
And they told me I dont need to worry
Summer came like the cinnamon
So sweet, little girls double dutch on the concrete.
Terimakasih banyak untuk semua orang yang sudah menunjukan perhatiannya yang begitu besar. Masa-masa seperti kemarin memperlihatkan begitu banyaknya orang yang begitu baik, begitu tulus, dan terkadang diluar dugaan. Terimakasih untuk semuanya. Tuhan membalas kebaikan hati kalian......

Maybe sometimes, we’ve got it wrong, but its alright
The more things seem to change, the more they stay the same
Oh, dont you hesitate
Dan ini beberapa pesan indah yang sahabat-sahabat saya tulis untuk saya. Terlalu indah untuk sekedar lewat di wall saja

Mitra-ku menulis ini di statusnya :
"haNya tUk se0rang temaN yg saNkgup metam0rfosis meNJadi sahabaT daN kiNi tak lain sePerti layaknYa saUdara..."coba'an yg dTg tak lain sUpaya qT jd org yg kuaT,tegar,oPTimis" ku tau ht n pRasa'anmU sdang kaLuT,beRsedh boLeh,tp jngn... trLaLu,kaRn tak mrbh apaPun..[Ly]..ku n Yg lain riNdu sosokmU yg dL,Ly yg peNuh seMangaT n anTusias...Ly c0mebaCk wiTh Ur seLf pLease..."
"sobatku sdah kmBaLi...seNang rasa'a...seMoga itU bnR2 dYa, seMangaT iia Ly....^^"

Cha2 :

"4ly: segeralah km lewati cmua nie ... n kmbali sperty smula ,,
>.< aimissyuu*"

Thyan :
"Q tw km sdih Q tw km kcewa Q tw km marah Q tw km skit hti Tapi. . Ni bukn akhir ri sgLa'y. . JadiLah drimu yg dLu,, yg sLL cria,tak mudh mrah,pnuh smngat,. . yg sLL jd pribadi yg baik&tgar. . Qta sLL mdkung&ada u/mu. . 4 my LuveLy friend. ..Ya Li, km mrah bLh, tp jgn tLL bLarut2. ..
CpatLah kmbaLi ke Ly yg dLu.. .
Keep cheer up dear!
^_^"

idul :
"Aqu juga sayang
lia chan
aliasa adELIA TRI HERAWATI...
Aqu pen dy yg dlu.,
SNGT Mengemaskan...
smangat"
mbah :
"aku suka Gembel yang sekarang....:)
gag boleh dilewatin ajja mbel,dipikirin....banyak..

..banyak....terus,
ada hal yang mau tuhan sampein ke kamu....hidup gembel.......
hahahahaha......"


mbak Linna wrote this beautifull message :
"hi dear...
as facebook friend, I've been reading your status everytime,n I'm very sorry for u. I know how painful it is, n how sad u r. u need to cry, scream, n yell..but that's all u can do. U r still young, honey. the road ahead is still far, n your journey is still long. push urself to frget him, he's not good at all fr u. u just think u still love him, don't trust your feeling. u don't love him: u just love the memory. dear Adel, pls think."
Eri Chan....

dan semua orang yang nggak bisa say ucapkan satu persatu......

Tidak penting buat orang lain, tapi saat ini, pesan-pesan seperti itu menjadi sesuatu yang penting untuk saya.
trimakasih banyak kawand, saya sangat terharu dengan kata-kata yang kalian post kemarin.

Don’t you let those other boys fool you,
Got to love that afro hair do
Maybe sometimes, we feel afraid, but its alright
The more you stay the same, the more they seem to change.
Dont you think it’s strange?


(Put Your records On – Corrie Bairey Rae, dicetak miring)

LIKA LIKU LUKA

from L to G

Pertengahan Agustus 2009,
It was 3 o’clock in the morning and I have already waken up.
I laid on the bed with the white sheet on it. Too dark to open the window and the silence was ticking bold.
I hold my breath and gazed at the room I am in.
It was not that hard, I have done this before. But still, there was this uncontrollable feeling I have in my chest.
Ditengah suasana yang full emotion seperti sekarang ini, saya dan seorang sahabat saya – Tsetse berbicara tentang kisah cinta kita yang hampir sama, sama tragis, dan sama menyedihkannya. Saya bertanya kepadanya, “Jadi apa yang kamu rasakan?.”
Waktu itu dengan yakin dia menjawab. “Tentunya sakit. Tapi hidup harus terus berlanjut. Dia nggak seberharga yang kamu kira kok...”
Lama dari situ, saya belum berhasil menjawab pertanyaan saya sendiri.
“Jadi apa yang kamu rasakan.”
Apa yang saya rasakan sekarang apakan cinta atau sekedar emosi.
Yang pasti I did somethink stupids.

Ketika saya dan dia berbicara, lewat pesan pesan singkat. Pesan-pesan dengan nada yang jauh berbeda dari nada-nada yang kita perdengarkan di depan orang-orang.
Iya, saya fikir hanya antara saya dan kamu.
Tapi ternyata tidak.
So silly, inbox saya sudah terlalu penuh. Belakangan ini saya sengaja menyimpannya dalam satu folder khusus, untuk saya intip kembali tiap kali saya merasa bosan.
Ketika saya berfikir, wow he has a gentelman traits. He is different with other guy. Im so proud of him. Saya menjadi sangat kagum dan respect.
Ketika dia bisa membuat saya tersenyum kecil waktu mengalami hari yang berat. Brighten up my days. He has something that will make mu heart a little bit lighter.

This man is having a little romance with me, having fun, sending me romantic SMS… but in the end, he’ll go back to his life. To his ‘girlfriend.’ And there I will be. On my own.

Hei kamuu!! Im not your shelter!!
Gampang ia kamu bilang find the better one than me. Lets say, itu cara cupu yang cowok lakukan waktu mau mutusin ceweknya dengan alasan ceweknya masih bisa dapet yang lebih baik lagi.
Padahal waktu kita mengharapkan sesuatu jadi ‘lebih baik’, sebenarnya we dont even scratch the surface.

Im not still falling in love with him. Nggak. Saya jadi mati rasa. Afraid to start a new relationship lagi. Dan berfikir bahwa those guy are not serious. They are not loyal. Mereka mungkin Cuma mau mempermainkan saya. Banyak skali fikiran2 jelek yang menggangu. Yang tertinggal saat ini hanya sebuah perasaan takut. Takut jatuh cinta yang ‘dalem’ lagi sama seseorang dan dikecewakan setelah itu.

Saya terjaga sampai pulul 4 dini hari. Mendengarkan bunyi gemericik hujan yang turun. Menatap langit-langit kamar. Kembali berfikir. Kemudian meraih telephone genggam yang ada disamping. Mengetik sebuah sms. Save to draft. Membuka Opera Mini. Log in di facebook. Mengetik Namanya. Membuka profilnya. Mengarahkan kursor ke paling bawah. Menemukan “Remove as friend” >> yes.
Kemudian saya beralih ke phone book. Sekali lagi mengetik namanya. Menentukan sebuah pilihan “Delete this contact?” >> yes.
Namanya tak ada lagi dalam urutan teratas atau yang paling bawah sekalipun.kehadirannya tak akan terlacak lagi baik dalam PEMBERITAHUAN konyol tentangnya di fb atau dalam phonebox di inbox saya.
Sekarang atau tidak sama sekali. Melompat pergi atau terjatuh lagi.

Menjelang pukul jam 5 pagi. Hujan masih belum berhenti.


Lalu Tse-tse berkata lagi
“Seengaknya kamu telah melakukan sesuatu hal yang benar. Dont you think? You are got a choise as well, dear. Your choise is to call it a quit. Come on. There sre still so many guy out there.”


“i think i did something stupid
to let you come into mylife.
Or you juz come in the right moment?
so silly, i find my self loving you even more.
I guess i know the reason why the people
tend to admire someone they dont
really “know”.coz its really happen to me, so silly.
And those are my regret.
Thx for all and sorry for all also.”

Pilihan >> 08522xxxx >> send >> delivered



*dedicated to G, terimakasih telah memberikan "selamanya" dalam waktu 2 bulan saja.