31.1.09

menemukan sahabat


Masih ingat posting saya ‘mencari sahabat’ ?

Berapa minggu yang lalu, saya iseng mencari sebuah nama di facebook...

Dan taraaaa, mengejutkan. Saya tidak menyangka akan menemukannya secepat itu.

Saya ingin mengintip keberadaanya saja qo.

Di satu halaman itu, dia memasang foto-nya di masa lalu (kalau bukan karena foto itu saya mungkin tidak bisa mengenalnya lagi.)

Penuh harap,

Sebelum memutuskan untuk ‘tambahkan sebagai teman’, saya mencoba mengirimkan sebuah pesan di inboxnya.

Ya, saya ingin memastikan apakah itu adalah dia, besoknya ada pesan masuk di facebook saya.

Ternyata benar dia.

Mata saya bergerak ke halaman bawah, tempat sebuah album dengan deretan foto-fotonya yang sedang tersenyum menghadap kamera, di perpustakaan, di tangga, dengan berbagai pose dan gaya.

Ya, dia jauh berbeda.

Jantung saya berdetak sedikit lebih cepat, ini adalah sebuah perasaan haru. Senang rasanya bisa mempunyai kesempatan untuk ‘bertemu’ dia lagi – seorang sahabat lama. Saya jadi ingin bertanya tentang banyak hal. Perihal sekolahnya, teman-temannya, keluarganya . . . apapun lah saya ingin bertanya macam-macam. Sayangnya saat ini, kami-saya dan dia adalah dua homo erectus yang sama sekali tidak saling mengenal. Saya jadi ragu dia masih ingat tentang kebandelan kami di masa lalu. Kami memang pernah begitu dekat dan bersahabat dalam beberapa bulan, tapi ingat kami begitu sangat jauh untuk bertahun-tahun. (almost ten years!)

Tapi saya tahu,

saat ini saya merasa telah menemukan sesuatu yang telah lama saya cari. Sesuatu yang sempat hilang dari hidup saya, yang sempat saya fikir bahwa sesuatu itu akan hilang selamanya.

Tak jadi soal.

Tentang kami dimasa lalu.

Karena saya kini sudah menemukannya toh. Walau saya menemukannya dengan sedikit perbedaan.

Hei,

Ghani Hafiyyanto . . . .

Qta masih berteman bukan?

Tanpa pernah tahu kapan lagi akan saling berjumpa. Saya cuma ingin memaknai persahabatan.


Semoga dia tidak keberatan fotonya saya pajang di kedai ini.

30.1.09

Pe-eR dari Karafuru Chan (eh San!)

tempo hari saiah dapat sebuah pekerjaan rumah dari pak gulu karafuru......
disuruh jawab pertanyaan2 ini dari gambar di Google....


#the age of next birthday

"Mylife has just been a roller coaster. Its finally getting all that out there and starting over."


#A place I’d like to travel

"Praha . . . Prague . . . hangat dan gaya! cantik skali."


#A favourite place

"Ini adalah tempat favorite saya, sebuah ruangan yang separuhnya luas tapi tidak sempit, ada sebuah jendela tempat sinar senja bebas keluar masuk. Ini tempat berlatih yoga, berdansa, tempat ini bisa jadi kacau balau ketika beberapa kawan datang berkunjung, ini adalah tempat multifungsi, bisa menjadi tempat apa saja sesuai suasana hati. Ruangan ini penuh dengan aksesoris, rak-rak dengan buku ‘indie’ karyakusendiri, dus sepatu, laci yang penuh dengan makanan, dindingnya dipenuhi karya seniman cilik dengan sidik jari warna/i– Nadhia. It’s here, mylovely room."

#A favourite food

"Spicy noodle, Hmmm… yummy I luph it!"


#A favourite thing

Kamera Nikon D90 DSLR. Fasilitas lengkap, bisa mengabadikan moment seru dalam hidup.


#A favourite color

"Saya suka Lily, karena mengandung warna yang saya sukai, putih, kuning cerah dan hijau muda terang."


#A city I was born

"Bandung… di Kayu Ambon, Lembang… menyenangkan sempat melihat rumah tempat dilahirkan, saya merasa pulang ke rumah. Di sana nama saya bukan Lily, Adel, Lia Tri atau Adelia Tri, di sana nama saya ‘ASTRY AUGUSTINE’ betul-betul AUGUSTINE!! bukan AGUSTIN!

Seperti ketika Tante Emma bertanya kepada mama dalam pesan singkat,

“Apa kabar Astry?”"


#A city that I have lived in

"Bogor."


#A nickname I had

"Lily. Senang rasanya bisa menjadi Lily. Sederhana, anggun, dan minimalis. Seperti Beyonce dengan Sasha-nya, Maddona yang ingin dikenal dengan nama Eshter, Mariah Carey dengan Mimi, Miley Cyrus dengan Hannah Montana, dan Lia dengan Lily-nya"


#College Major

"English Language. Salah! Dulu, harusnya saya ngambil sastra rusia atau jerman aja ya!"


#A bad habit

"I need a tips to be a smart shopper!!!"


#A hobby

"Kata Dee Lestari, “Menulis adalah cara menemukan jati diri.” Dan untuk saya, menulis adalah berbagi, saya Cuma pengen orang-orang mengerti apa yang saya rasakan dengan membacanya."


#wishlist

"Be a bride....someday :)"


Siph ini PR saiah.....

27.1.09

OM IRVAND

Namanya S. Irvand, dia adalah seorang sahabat yang saya kenal dua tahun yang lalu dalam kelas B.

Saya lebih suka memanggilnya Om Vand, bukan karena dia terlahir berapa tahun lebih cepat, lantas saya membubuhkan sebutan ‘Om’ didepan namanya. No, no, no, saya hanya ingin menghargai cara pandangnya dalam menghadapi hidup.

Dia adalah teman berbagi kebahagiaan-kebahagiaan kecil, yang belakangan ini sikapnya berubah 180 derajat! Betul 180 derajat ke arah yang lebih baik!

Saya bertanya-tanya, Ada apa denganmu?

Rasanya janggal, apa yang terjadi ya? Kenapa tiba-tiba...

Kamu itu memang tidak sempurna!

No body is perfect rite?

Om Vand kadang menyebalkan. Kadang suka bikin jengkel. Kadang-kadang seharian komentar yang nggak-nggak. Kadang nggak pedulian. Kadang-kadang marah nggak jelas. Kadang saya nggak tau hari ini sedang berhadapan dengan Om Vand macam apa . . . tapi aneh, justru terkadang saya tiba-tiba suka kangen Om Vand yang bikin jengkel, bikin kesel....

Tapi ya, kita semua pernah menyebalkan dalam fase-fase tertentu. Dan kita mengalami ‘kadang-kadang’ itu. Iya, kita. K I T A. Saya dan Kamu.

Tapi sisi lain yang saya suka dari Om saat ini adalah,

Om Vand yang memuji dan bikin hidung saya kembang-kempis. Yang berbagi dan ingin ‘merangkul’ semuanya. Sabar. Nggak gampang marah. Berbagi pendapat. Dunno why, saya suka om Irvand yang sekarang. Jauh lebih terbuka dan sangat menyenangkan.

Saya berharap ini adalah kombinasi Supervand yang baru di 2009.

Hei, rupanya Kamu telah bertemu dengan seseorang ya.

Saya sudah suka dengan Om Irvand yang dulu.

Tapi, saya lebih suka dengan Om Vand yang sekarang....

Kemarin ketika berbincang di halaman rektorat lalu berlanjut di pinggir kolam bersama Om Vand dan Ms. Blub,

Kami berbicara tentang hidup, tentang puisi Farid, tentang ‘9 mata hati’, tentang atheis (perlu digaris bawahi, topik yang kami bicaran pada waktu itu bukan menyangkut seseorang, atau apapun, ini tentang kami.) We are believe in God, God is still exist for us. Kami berbicara tentang kekaguman kami kepada AAGym. Kami berbicara dan berdiskusi tentang agama dari sudut pandang kami - anak muda yang masih gemar bersenang-senang, menghabiskan uang, bergosip, pribadi-pribadi yang masih belajar untuk menjadi muslim dan muslimah, teman, pelajar, anak, dan warga negara yang lebih baik.

Om Vand sedikit banyaknya bercerita.

Terimakasih telah berbagi tentang hidup.

Walau tidak seluruhnya, tapi rasanya saya telah belajar keseluruhan hidupnya.

Dia betul, saya tidak sendirian.

"Ah, terimakasih telah memberikan inspirasi!"

23.1.09

Tim Jurnalis

senang rasanya bisa tergabung bersama tim ini . . . .

ini liputan dan artikel pertama yang saya liput kemudian tulis untuk jurnal kampus.....

Debat Terbuka Kandidat Ketua BEM BLM FKIP


thx to :
Ka Yanto - untuk info kegiatan di FKIP

mohon maaf.... kalau diksi kata nya ada yang kurang tepat... lain kali saya akan berusaha lebih keras lagi!

15.1.09

If life is a river and your heart is a boat.
And just like a water baby, baby, born to float,
and if life is a wild wind that blows way on high,
Kalau saja, hati adalah sebuah rumah, maka saat ini aku sedang duduk di teras. Menatap rumah yang telah setelah sekian lama ditinggali, yang didalamnya tersemat serangkaian cerita. Pernah kamu-bayangan seorang lelaki asing, sembilan tahun yang lalu mengetuk pintu rumah, jejaknya sampai saat ini terpatri disitu.

And your heart is Amelia dying to fly,
Heaven knows no frontiers and
I've seen heaven in your eyes.
And if life is a bar room in which we must wait,

round the man with his fingers on the ivory gates
.
Rumah adalah tempat dimana hati mu berada. Ada kalanya kita tak lagi bisa menampung hal baru terjadi dan menjadi tidak nyaman karenanya. Mungkin ini saat yang tepat untuk berbenah, memperbaiki atap yang rusak, mengganti, dirubah, membangun yang baru.

Where we sing until dawn of our fears and our fates,
and we stack all the dead men in self addressed crates,
in your eyes faint as the singing of a lark.
Bukankah kita membutuhkan jarak? Tapi, seberapa jauh? Seberapa lama? Seberapa banyak? Seberapa kita akan tahan dengan jarak itu?
Ayolah, aku hanya perlu tahu... aku tak mau hidup dengan harapan. Jika bukan dalam kenyataan, aku sudah tidak punya ekspentasi terhadap apapun. Setidaknya sekarang aku sedang berproses. Aku berevolusi. Aku belajar. Dan jika pelajaran itu usai, mungkin aku akan merindukanmu.

That somehow this black night,
feels warmer for the spark,

warmer for the spark,

to hold us 'til the day.

Sampai kapan aku akan duduk di beranda rumahku sendiri?
Sementara lembayung, senja, dan langit, sebentar lagi akan menurunkan kelam, menurunkan pekat, menurunkan hitam, menurunkan Malam.
Masa depan. Tak perlu membuang kenangan. Tapi aku tidak akan lagi hidup dengan kenangan. Hidup terus berjalan ada atau tak adanya kamu.
Bukankah aku telah belajar. Berproses. Berevolusi.
Aku akan tumbuh bersama euforia masa depan.

When all will harmonise.
And you know what's in our hearts,

the dream will realise.
Heaven knows no frontiers,
and I've seen heaven in your eyes.
Ketika ritme hidup menjadi sangat nyata. Dan kesempatan adalah ketika kita mencoba menyusun setiap fragmen hidup. Maka ketika aku tahu apa yang menjadi tujuanku, mungkin aku tidak menginginkanmu lagi. Mungkin menyenangkan bisa mengingatmu disuatu waktu. Ada atau tidaknya kamu.
Hidup berjalan lurus ke depan. Masa depan itu jamak bukan tunggal.
Akupun akan berdiri, berbalik, masuk ke rumahku lagi, membiarkan daun pintu terbuka sedikit celah.
Dimasa depan.
Akan ada seseorang yang mengetuk rumahku dengan lembut. (Mungkin bukan kamu) Ya, karena masa depan itu jamak bukan tunggal. Pasti akan ada masa depan yang indah untuk menutup masa lalu.



*) Heaven knows (No Frontiers) by The Corrs. Dicetak miring.




14.1.09

mencari sahabat

Aku mencari dua sahabatku.
Yang pertama, dia adalah seorang sahabat kecil.
Dia adalah murid pindahan dari Cirebon yang kebetulan pindah ke SD yang sama denganku. Hari pertamanya sekolah, dia tidak berbicara terlalu banyak, kepalanya selalu tertunduk, mungkin masih malu,
dia mengenalkan dirinya sendiri,
“Nama aku Gani Hafiyanto, panggil saja Gani.”
Iya, namanya Gani. Gani Hafiyanto. dia lahir di Cirebon, 11 Juni 1989. dia jangkung, tampan dan ikal. Dia terlihat lebih dewasa.
hua... ternyata aku masih mengingatnya dengan sangat baik.
Kami mempunyai banyak persamaan. Sama-sama hobi berat membaca, berjalan kaki, membuat miniatur kapal-robot dari kertas dan memanjat pohon. Dia dan mamanya tinggal sementara di rumah adik Mama-nya (Bu Luki/Tante Luki), yang berjarak lima rumah dari rumahku. Lambat laun aku tahu, ternyata kepindahannya ke sini dikarenakan kedua orang tuanya berpisah, dia memilih ikut tinggal bersama mamanya. Lambat laun aku juga bisa memahaminya, tahu apa yang dia suka dan apa yang dia benci, dia juga tahu apa yang aku suka dan aku benci.
Sebenarnya cukup banyak teman-teman lain di lingkungan rumah kami, mirip geng anak-anak atau kelompok bermain, gara-gara dia aku jadi ikut aktif bermain di luar rumah. Tetapi persahabatanku dengan Gani terasa lain. Jika diibaratkan gelombang radio, seakan kami berada pada gelombang yang sama. Ada sesuatu yag khas, seperti suatu pengertian yang lebih mendalam, keakraban yang tumbuh dalam diam. Dia lebih dekat denganku dibandingkan dengan teman-teman kelompok bermain kami yang lain. Mungkin karena dulu aku anak tomboi yang spontan, penggeli, penyayang binatang, dan suka berdebat. Atau karena sesuatu yang lain, entahlah... aku sama sekali tidak tahu, karena pada saat itu segala sesuatu megalir seperti air.
Gani itu pendiam, sedikit angkuh dan pemikir. Dulu dia tidak bisa pergi tanpa topi, t-shirt, dan celana Hawaii. Dia akan sangat tampak sangat sopan dan tenang jika sedang berbicara dengan Mama-ku atau dengan tantenya. Tapi, dia juga bisa jadi sangat nakal. Ia dan aku adalah dua pemanjat yang ulung, berdua kami bergelantungan di pohon jambu batu di belakang rumah tantenya. Pada waktu itu, dia selalu berjanji akan datang kerumahku untuk bermain, rumahku adalah surga mainan dan komik katanya. Inilah yang aku katakan sebagai saat-saat indah yang tak terlupakan.
Pada musim layang-layang, aku da Gani bermain di lapangan kecil disebelah rumahku. Di sana ada sebuah pohon besar untuk berteduh. Gani menaikan dan mengendalikan layang-layang sementara aku jadi keneknya.
Kami bermain sepeda merajai jalanan.
Dia mengajariku cara cepat berhitung.
Dia punya koleksi buku dan komik yang lumayan banyaknya. Kadang komik kami akan sama. Dan tentang komik dan buku kami selalu berbagi.
Ada hal-hal yang membuat aku merasa spesial baginya. Diantaranya, ia selau menjadikan aku sebagai peminjam pertama buku-buku barunya, pendengar pertama tebak-tebakannya, dia berbagi kue bekalnya denganku, dan dia pernah memberikan ku sebungkus permen fruitella aneka rasa buah! –dan itulah alasan kenapa aku suka permen Fruitella, kawan.-
Tetapi, saat-saat indah itu hanya ada tiga setengah bulan saja.
Mamanya punya pekerjaan dan rumah tetap di Bandung (di daerah Metro). Akhirnya kami berpisah. Itu adalah kali pertama aku kehilangan seorang sahabat.
Aku menyesal menolak ajakan mama untuk mengunjungi Gani di hari kepindahannya. Saat itu aku hanya menangis dibalik jendela.
Terakhir kali kami bertemu, pada Januari yang dingin di tahun 2003. Dia sudah tinggi menjulang, memakai kacamata, dan dia bercerita, dia jadi ketua OSIS di SMPN 1 Cirebon.
Semoga dia tetap baik-baik saja dan tak kurang dari satu apapun.
Never Ending Story, Gani. Dari aku, sahabatmu...

Gani, shall we meet again?

***


Yang kedua,
Namanya Iko. Dia tampak sangat Chinese dan sebagaimana anak-anak Chinese, ia putih dan bermata sipit.
Dia teman sebangku-ku di kelas 3 selain Widy.
Dia satu-satunya orang yang memanggilku kate.
Dia memanggil dirinya Mr.Detele Lose.
Dia pintar bahasa Inggris+Matematika.
Dia suka komik.
Dia suka komputer.
Dia Ragnarok lover (dulu!).
Dia suka Mochacinno yang dipesan dari jendela kelas.
Dia meminjamkan payung untukku.
Dia yang menunggu pulang bersama.
Dia teman dengan seribu mimpi dalam kertas-kertas sisa yang kami tulisi.
Dia yang kita ciptakan sebuah yel-yel (Hamtaro duduk sama Yudho/Hobynya minum Mochacinno/Apa yang paling dia senangi/Vina,Vera atau Isnie...)
Dia yang bercita-cita jadi seorang programmer.
Dia yang selalu minta di traktir makan siang di GIM.
Dia yang mengirimkan pesan singkat siang dan malam.
Dia yang menelfon di Minggu pagi, cuma untuk memberi tahu kalau dirumahnya ada ribuan kupu-kupu kuning.
Dia selalu mengabarkan keberadaanya.
Dia yang dikhawatirkan Mamanya –Mamanya malah tlp Lia nanya dia ada dimana, taunya ke rumah Vina sama Yudho. Huh, bikin orang kaget+khawatir!-.
Dia yang nggak romantis! Masa ngasih Lia kaktus sebagai tanda persahabatan katanya, udah gitu ngasih kaktusnya yang dikasih sama Agah ke dia, ngasih pemberian orang sama orang lain its not polite....!!!???
Dia yang suka Melly Goeslaw.
Dia yang nyuruh beli Gatsby biru di pagi buta.
Dia yang nguntilin kemanapun Lie dkk pergi.
Dia punya penyakit flu aneh yang datang 2 tahun sekali, aneh ya?
Dia yang bikin syok waktu mimisan. (Tau nggak sih, Lia lari-lari ke ruang guru, ngasih tau klo Ico mimisan, trus atas saran bu Lilis Sulis, Lie disuruh cari daun sirih, eh Lie yang panik+buta dedaunan malah bawa daun anggur. Mimisannya bukan berhenti malah tambah banyak! Besoknya Ico nggak sekolah deh...)
Dia yang suka Vina, tapi Vinanya suka sama Osward, tapi Osward suka Yezha, Yezhanya suka sama Syarif, tapi Syarif deket sama Voilla, Voilla temen Vera, Vera suka sama Ico, tapi Ico suka sama Vina... hahaha ? Ico...masih suka sama Vina nggak??
Dia yang janji mau nonton Eiffel I’m in Love bertiga ke Bandung. Tapi nggak bisa!
Dia yang jalan dengan dua tangan dilipat kebelakang tas.

Huh, bagaimanapun qta pernah bersahabat, terlibat Junior High School Romance, serta menghabiskan sisa-sisa ketololan masa SMP bersama.
Dia ada dimana sekarang?
Ada yang tahu??

9.1.09

kita semua sama

Pagi tadi, saya rasanya terlalu malas lihat berita-berita yang ada di TV. Isinya mengerikan – Sniper, penyanderaan warga asing, Rudal dan bom-bom di jalur Gaza Palestina yang memakan lebih dari 200 jiwa manusia, Agresi Militer Israel, anak-anak yang kehilangan orangtua, intimidasi pihak asing, dan masih banyak lagi.
What happened?
Saya tidak mau berkomentar banyak.dan mungkin tulisan saya kali ini tidak terlalu berhubungan dengan kejadian-kejadian mengerikan seperti itu.

Ayolah, mungkin perbedaan itu akan selalu ada. Tapi kenapa begitu banyak ego yang haus akan kekuasaan dan kekuatan? Dan perbedaan tidak perlu disamakan. Jangan membenci perbedaan. Justru kita hidup dari perbedaan itu.
Mungkin kebencian akan perbedaan itu datang karena salah faham.
Mungkin perbedaan bisa memuaskan ego dan melukai orang lain menjadi bagian kepuasan itu sendiri.
Mungkin kebencian akan perbedaan itu datang dari luka masa lalu, sehingga pengalaman akan trauma itu mulai menggeneralisasi dan dididik untuk membenci.
Mungkin mereka saling menbenci karena belum mengenal baik sesuatu.
Terlepas dari pangkat, agama, ras, suku, kita semua sama. Semua manusia yang ada di dunia ini adalah saudara kita. Kita semua punya hati, kenapa tidak coba belajar utuk saling menghargai dan menjaga perasaan masing-masing?

Teruslah berdoa. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk ketenangan, keselamatan dan kedamaian dunia.

Kalian, saling eratkan jemari ya!
Kebanyakan dari kita sangat sulit memahami persamaan yang dimiliki dan menghargai setiap kecil perbedaan di anugrahkan.
Saya lebih suka kalau kita semua mencoba melihat persamaan dan menghargai satu titik perbedaan yang ada…
Tebarkan kasih pada sesama dari sekarang. Supaya kita bisa menghadapi kehidupan ini dengan tenang dan mencipakan suasana damai untuk semua orang di sekeliling kita.
Supaya besok saya tidak lagi ngeri (lagi!) melihat berita-berita yang ada di TV karena isinya menyenangkan – pemerintah Israel dan Palestina saling mengamitkan jemari, tidak ada lagi perseteruan perebutan wilayah, tidak ada lagi yang menangis.

The world is in OUR hands, so it’s up to US to make it better!

rasa




“Jangan salah gini-gini sekarang Lia bisa masak masakan Mexico, Italy, Timur Tengah, Prancis. Lia juga bisa masak gudeg, pasta, seafood. Tapi.......................................................................................................................... Rasanya nggak enak....:-)”

Siapapun tak akan mengira kalau ayam ini sangat-sangat rendah kolesterol
No salt . . . no garlic . . .
Bumbu minimalis . . . ayam dilumuri jeruk lemon kemudian di goreng kering oleh olive oil . . .
Rasanya?
Ya, rasa ayam goreng yang sebenarnya! Tiap gigitan ayam banget deh! Cocok utk anda yang mempunyai hypertensi , gk perlu takut terlalu asin atau spicy. Ayam ini emang nggak ada rasanya qo... pure rasa ayam...
No salt . . . no garlic . . . no chili . . .
Bisa dibayangkan rasanya seperti apa kan?

Jadi benar kata slogan baru sebuah iklan mie instan
Soal kata lidah bisa bohong, soal rasa lidah nggak bisa bohong.

Note :
Lain kali jangan percayakan dapurmu kepada perempuan yang baru ahli bikin desert, yang nggak apal bumbu dapur dan dengan koleksi no.telephone delivery order di tasnya!
Soalnya, belum tentu dia bisa masak makanan yang lain kan?
Nggak percayaan sii klo Lia nggak isa masak, sai . . . . . . . ? Lia Cuma bisa bikin dadar pancake. Kalian yang maksa... Maaf ia kawand...?

it's not holiday

Jalan Prabu Geusan Ulun No. 71
Tadi siang temen tiba2 nanya,
"Do you miss ur home town? Or you just miss your family? I hope you ll in Bogor again as soon as possible. It Is not holiday rite?."
Dia benar. Ini bukan waktunya untuk liburan. Saya terdiam sebelum menjawab. Keputusan pulang sekarang, bukan karena kangen rumah, tapi saya nggak bisa ngedeskripsikan apa yang benernya saya kangenin.
Do I miss home? Do I really want to be here today?
I convinced my self, once again, that this is the right path I am in.
Are you with me?

P.S :
Bluberiez – thx yah Bu smsnya
Om Vand – makasih untuk mengkhawatirkan keadaan dan menanyakan keberadaan saya lewat fs dan sms. ? Niat banget pengen taunya....

3.1.09

selamat ulang tahun

Januari selalu saja menarik.
Banyak asa yang berawal dibulan Januari.
Beberapa sahabat lahir dibulan ini.

Anit, Vina, Ico, Chie, Aeri, Jenny, Sherry . . .
mereka berbagi hidup, persahabatan, cinta, canda, teka-teki, tawa, senyum, cerita bijak, nasehat, kritik.
Beberapa tak lagi bertukar cerita. Beberapa masih menghubungi dan berbagi gurauan. Beberapa adalah teman satu angkatan juga teman jalan. Beberapa adalah sahabat yang saya kenal dari awal 2001. Beberapa adalah sahabat baru saya. Tapi tetap, mereka adalah sahabat-sahabat saya. Bersama merekalah saya berbagi beban, saya bertanya, menjawab. Mereka adalah sahabat yang sangat menyenangkan.
Kami. Muda. Bersemangat. Mungkin cukup waktu bagi mereka untuk melihat seorang Lia menyikapi setiap hal.
Cukup bagi seseorang untuk merasa dikhianati oleh saya. Saya kebingungan dan menjauh darinya.

Mereka mengingatkan saya kepada rumah, taman kota, bermain gelembung sabun, makan siang di GIM, kamar kost, Jl.Empang, mading gentra winaya, halaman upacara smp, kelas 3D, saya rindu untuk berkumpul bersama (lagi).

Selamat ulang tahun kawan,
semoga bisa lebih baik lagi, sehat, semoga segala harapan bisa terwujud.
Maaf untuk semuanya.
Terutama untuk seseorang sahabat,
Ta, saya belum menjadi bijak rupanya. Saya ingin yang terbaik yang datang dalam hidup kamu. Saya ingin dia-yang kamu pilih setia menemani kamu menorehkan pendar pelangi dalam hidup. Mudah-mudahan kejadian kemarin tidak membuatmu menjauh. Jangan pergi… tangan saya sulit menggapaimu nantinya.
Kalau seandainya qta bertukar posisi dan kembali ke masa lalu, apa ceritanya persis berakhir seperti ini juga?



Once again selamat ulang tahun!