Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

28.6.11






Hello world, It has been 2 years since my last post. So,i decide to back and post a great thing here.
I found Enriko Salim on my comment post. OMG, finally I got the news about him. that is You?? the real You??

This post gonna be different cause this is personal for my friends as part of my life.

Anita Herawati Permana, Isnie A.M, Vina Octaviani, Silvia Apriani, Angelica Loran Triana, Enrico Salim Gunawan, Rita Kartika Afriani, Windy Kristiani, Triani Setiawan, Sri Rahayu, Dina Setriana, Dini Setriani, Intan Desti Wiandini, Shindry etc.
Maybe it's a little bit too late but i just wanna say this! I hope our friendship can last forever. I make this post for you to say how much i care about you. Sorry for all of my mistake, sorry for my selfish, sorry for everything i've done in the past and make you upset.
I can't write a good word to show how much i care. I'm not a person who can show about my feeling. I'm not someone who can speak directly how much i love you guys. The important thing you're always in my heart. I'm sorry and i love you guys!





I always love all my friends even though we've rarely met and talked. All of you who was a best friend of mine.

I love you!

Love,
Adelia Tri

24.8.09

Terima Kasih, Merci

Three birds, sat on my window
And they told me I dont need to worry
Summer came like the cinnamon
So sweet, little girls double dutch on the concrete.
Terimakasih banyak untuk semua orang yang sudah menunjukan perhatiannya yang begitu besar. Masa-masa seperti kemarin memperlihatkan begitu banyaknya orang yang begitu baik, begitu tulus, dan terkadang diluar dugaan. Terimakasih untuk semuanya. Tuhan membalas kebaikan hati kalian......

Maybe sometimes, we’ve got it wrong, but its alright
The more things seem to change, the more they stay the same
Oh, dont you hesitate
Dan ini beberapa pesan indah yang sahabat-sahabat saya tulis untuk saya. Terlalu indah untuk sekedar lewat di wall saja

Mitra-ku menulis ini di statusnya :
"haNya tUk se0rang temaN yg saNkgup metam0rfosis meNJadi sahabaT daN kiNi tak lain sePerti layaknYa saUdara..."coba'an yg dTg tak lain sUpaya qT jd org yg kuaT,tegar,oPTimis" ku tau ht n pRasa'anmU sdang kaLuT,beRsedh boLeh,tp jngn... trLaLu,kaRn tak mrbh apaPun..[Ly]..ku n Yg lain riNdu sosokmU yg dL,Ly yg peNuh seMangaT n anTusias...Ly c0mebaCk wiTh Ur seLf pLease..."
"sobatku sdah kmBaLi...seNang rasa'a...seMoga itU bnR2 dYa, seMangaT iia Ly....^^"

Cha2 :

"4ly: segeralah km lewati cmua nie ... n kmbali sperty smula ,,
>.< aimissyuu*"

Thyan :
"Q tw km sdih Q tw km kcewa Q tw km marah Q tw km skit hti Tapi. . Ni bukn akhir ri sgLa'y. . JadiLah drimu yg dLu,, yg sLL cria,tak mudh mrah,pnuh smngat,. . yg sLL jd pribadi yg baik&tgar. . Qta sLL mdkung&ada u/mu. . 4 my LuveLy friend. ..Ya Li, km mrah bLh, tp jgn tLL bLarut2. ..
CpatLah kmbaLi ke Ly yg dLu.. .
Keep cheer up dear!
^_^"

idul :
"Aqu juga sayang
lia chan
aliasa adELIA TRI HERAWATI...
Aqu pen dy yg dlu.,
SNGT Mengemaskan...
smangat"
mbah :
"aku suka Gembel yang sekarang....:)
gag boleh dilewatin ajja mbel,dipikirin....banyak..

..banyak....terus,
ada hal yang mau tuhan sampein ke kamu....hidup gembel.......
hahahahaha......"


mbak Linna wrote this beautifull message :
"hi dear...
as facebook friend, I've been reading your status everytime,n I'm very sorry for u. I know how painful it is, n how sad u r. u need to cry, scream, n yell..but that's all u can do. U r still young, honey. the road ahead is still far, n your journey is still long. push urself to frget him, he's not good at all fr u. u just think u still love him, don't trust your feeling. u don't love him: u just love the memory. dear Adel, pls think."
Eri Chan....

dan semua orang yang nggak bisa say ucapkan satu persatu......

Tidak penting buat orang lain, tapi saat ini, pesan-pesan seperti itu menjadi sesuatu yang penting untuk saya.
trimakasih banyak kawand, saya sangat terharu dengan kata-kata yang kalian post kemarin.

Don’t you let those other boys fool you,
Got to love that afro hair do
Maybe sometimes, we feel afraid, but its alright
The more you stay the same, the more they seem to change.
Dont you think it’s strange?


(Put Your records On – Corrie Bairey Rae, dicetak miring)

14.1.09

mencari sahabat

Aku mencari dua sahabatku.
Yang pertama, dia adalah seorang sahabat kecil.
Dia adalah murid pindahan dari Cirebon yang kebetulan pindah ke SD yang sama denganku. Hari pertamanya sekolah, dia tidak berbicara terlalu banyak, kepalanya selalu tertunduk, mungkin masih malu,
dia mengenalkan dirinya sendiri,
“Nama aku Gani Hafiyanto, panggil saja Gani.”
Iya, namanya Gani. Gani Hafiyanto. dia lahir di Cirebon, 11 Juni 1989. dia jangkung, tampan dan ikal. Dia terlihat lebih dewasa.
hua... ternyata aku masih mengingatnya dengan sangat baik.
Kami mempunyai banyak persamaan. Sama-sama hobi berat membaca, berjalan kaki, membuat miniatur kapal-robot dari kertas dan memanjat pohon. Dia dan mamanya tinggal sementara di rumah adik Mama-nya (Bu Luki/Tante Luki), yang berjarak lima rumah dari rumahku. Lambat laun aku tahu, ternyata kepindahannya ke sini dikarenakan kedua orang tuanya berpisah, dia memilih ikut tinggal bersama mamanya. Lambat laun aku juga bisa memahaminya, tahu apa yang dia suka dan apa yang dia benci, dia juga tahu apa yang aku suka dan aku benci.
Sebenarnya cukup banyak teman-teman lain di lingkungan rumah kami, mirip geng anak-anak atau kelompok bermain, gara-gara dia aku jadi ikut aktif bermain di luar rumah. Tetapi persahabatanku dengan Gani terasa lain. Jika diibaratkan gelombang radio, seakan kami berada pada gelombang yang sama. Ada sesuatu yag khas, seperti suatu pengertian yang lebih mendalam, keakraban yang tumbuh dalam diam. Dia lebih dekat denganku dibandingkan dengan teman-teman kelompok bermain kami yang lain. Mungkin karena dulu aku anak tomboi yang spontan, penggeli, penyayang binatang, dan suka berdebat. Atau karena sesuatu yang lain, entahlah... aku sama sekali tidak tahu, karena pada saat itu segala sesuatu megalir seperti air.
Gani itu pendiam, sedikit angkuh dan pemikir. Dulu dia tidak bisa pergi tanpa topi, t-shirt, dan celana Hawaii. Dia akan sangat tampak sangat sopan dan tenang jika sedang berbicara dengan Mama-ku atau dengan tantenya. Tapi, dia juga bisa jadi sangat nakal. Ia dan aku adalah dua pemanjat yang ulung, berdua kami bergelantungan di pohon jambu batu di belakang rumah tantenya. Pada waktu itu, dia selalu berjanji akan datang kerumahku untuk bermain, rumahku adalah surga mainan dan komik katanya. Inilah yang aku katakan sebagai saat-saat indah yang tak terlupakan.
Pada musim layang-layang, aku da Gani bermain di lapangan kecil disebelah rumahku. Di sana ada sebuah pohon besar untuk berteduh. Gani menaikan dan mengendalikan layang-layang sementara aku jadi keneknya.
Kami bermain sepeda merajai jalanan.
Dia mengajariku cara cepat berhitung.
Dia punya koleksi buku dan komik yang lumayan banyaknya. Kadang komik kami akan sama. Dan tentang komik dan buku kami selalu berbagi.
Ada hal-hal yang membuat aku merasa spesial baginya. Diantaranya, ia selau menjadikan aku sebagai peminjam pertama buku-buku barunya, pendengar pertama tebak-tebakannya, dia berbagi kue bekalnya denganku, dan dia pernah memberikan ku sebungkus permen fruitella aneka rasa buah! –dan itulah alasan kenapa aku suka permen Fruitella, kawan.-
Tetapi, saat-saat indah itu hanya ada tiga setengah bulan saja.
Mamanya punya pekerjaan dan rumah tetap di Bandung (di daerah Metro). Akhirnya kami berpisah. Itu adalah kali pertama aku kehilangan seorang sahabat.
Aku menyesal menolak ajakan mama untuk mengunjungi Gani di hari kepindahannya. Saat itu aku hanya menangis dibalik jendela.
Terakhir kali kami bertemu, pada Januari yang dingin di tahun 2003. Dia sudah tinggi menjulang, memakai kacamata, dan dia bercerita, dia jadi ketua OSIS di SMPN 1 Cirebon.
Semoga dia tetap baik-baik saja dan tak kurang dari satu apapun.
Never Ending Story, Gani. Dari aku, sahabatmu...

Gani, shall we meet again?

***


Yang kedua,
Namanya Iko. Dia tampak sangat Chinese dan sebagaimana anak-anak Chinese, ia putih dan bermata sipit.
Dia teman sebangku-ku di kelas 3 selain Widy.
Dia satu-satunya orang yang memanggilku kate.
Dia memanggil dirinya Mr.Detele Lose.
Dia pintar bahasa Inggris+Matematika.
Dia suka komik.
Dia suka komputer.
Dia Ragnarok lover (dulu!).
Dia suka Mochacinno yang dipesan dari jendela kelas.
Dia meminjamkan payung untukku.
Dia yang menunggu pulang bersama.
Dia teman dengan seribu mimpi dalam kertas-kertas sisa yang kami tulisi.
Dia yang kita ciptakan sebuah yel-yel (Hamtaro duduk sama Yudho/Hobynya minum Mochacinno/Apa yang paling dia senangi/Vina,Vera atau Isnie...)
Dia yang bercita-cita jadi seorang programmer.
Dia yang selalu minta di traktir makan siang di GIM.
Dia yang mengirimkan pesan singkat siang dan malam.
Dia yang menelfon di Minggu pagi, cuma untuk memberi tahu kalau dirumahnya ada ribuan kupu-kupu kuning.
Dia selalu mengabarkan keberadaanya.
Dia yang dikhawatirkan Mamanya –Mamanya malah tlp Lia nanya dia ada dimana, taunya ke rumah Vina sama Yudho. Huh, bikin orang kaget+khawatir!-.
Dia yang nggak romantis! Masa ngasih Lia kaktus sebagai tanda persahabatan katanya, udah gitu ngasih kaktusnya yang dikasih sama Agah ke dia, ngasih pemberian orang sama orang lain its not polite....!!!???
Dia yang suka Melly Goeslaw.
Dia yang nyuruh beli Gatsby biru di pagi buta.
Dia yang nguntilin kemanapun Lie dkk pergi.
Dia punya penyakit flu aneh yang datang 2 tahun sekali, aneh ya?
Dia yang bikin syok waktu mimisan. (Tau nggak sih, Lia lari-lari ke ruang guru, ngasih tau klo Ico mimisan, trus atas saran bu Lilis Sulis, Lie disuruh cari daun sirih, eh Lie yang panik+buta dedaunan malah bawa daun anggur. Mimisannya bukan berhenti malah tambah banyak! Besoknya Ico nggak sekolah deh...)
Dia yang suka Vina, tapi Vinanya suka sama Osward, tapi Osward suka Yezha, Yezhanya suka sama Syarif, tapi Syarif deket sama Voilla, Voilla temen Vera, Vera suka sama Ico, tapi Ico suka sama Vina... hahaha ? Ico...masih suka sama Vina nggak??
Dia yang janji mau nonton Eiffel I’m in Love bertiga ke Bandung. Tapi nggak bisa!
Dia yang jalan dengan dua tangan dilipat kebelakang tas.

Huh, bagaimanapun qta pernah bersahabat, terlibat Junior High School Romance, serta menghabiskan sisa-sisa ketololan masa SMP bersama.
Dia ada dimana sekarang?
Ada yang tahu??

9.1.09

it's not holiday

Jalan Prabu Geusan Ulun No. 71
Tadi siang temen tiba2 nanya,
"Do you miss ur home town? Or you just miss your family? I hope you ll in Bogor again as soon as possible. It Is not holiday rite?."
Dia benar. Ini bukan waktunya untuk liburan. Saya terdiam sebelum menjawab. Keputusan pulang sekarang, bukan karena kangen rumah, tapi saya nggak bisa ngedeskripsikan apa yang benernya saya kangenin.
Do I miss home? Do I really want to be here today?
I convinced my self, once again, that this is the right path I am in.
Are you with me?

P.S :
Bluberiez – thx yah Bu smsnya
Om Vand – makasih untuk mengkhawatirkan keadaan dan menanyakan keberadaan saya lewat fs dan sms. ? Niat banget pengen taunya....

3.1.09

selamat ulang tahun

Januari selalu saja menarik.
Banyak asa yang berawal dibulan Januari.
Beberapa sahabat lahir dibulan ini.

Anit, Vina, Ico, Chie, Aeri, Jenny, Sherry . . .
mereka berbagi hidup, persahabatan, cinta, canda, teka-teki, tawa, senyum, cerita bijak, nasehat, kritik.
Beberapa tak lagi bertukar cerita. Beberapa masih menghubungi dan berbagi gurauan. Beberapa adalah teman satu angkatan juga teman jalan. Beberapa adalah sahabat yang saya kenal dari awal 2001. Beberapa adalah sahabat baru saya. Tapi tetap, mereka adalah sahabat-sahabat saya. Bersama merekalah saya berbagi beban, saya bertanya, menjawab. Mereka adalah sahabat yang sangat menyenangkan.
Kami. Muda. Bersemangat. Mungkin cukup waktu bagi mereka untuk melihat seorang Lia menyikapi setiap hal.
Cukup bagi seseorang untuk merasa dikhianati oleh saya. Saya kebingungan dan menjauh darinya.

Mereka mengingatkan saya kepada rumah, taman kota, bermain gelembung sabun, makan siang di GIM, kamar kost, Jl.Empang, mading gentra winaya, halaman upacara smp, kelas 3D, saya rindu untuk berkumpul bersama (lagi).

Selamat ulang tahun kawan,
semoga bisa lebih baik lagi, sehat, semoga segala harapan bisa terwujud.
Maaf untuk semuanya.
Terutama untuk seseorang sahabat,
Ta, saya belum menjadi bijak rupanya. Saya ingin yang terbaik yang datang dalam hidup kamu. Saya ingin dia-yang kamu pilih setia menemani kamu menorehkan pendar pelangi dalam hidup. Mudah-mudahan kejadian kemarin tidak membuatmu menjauh. Jangan pergi… tangan saya sulit menggapaimu nantinya.
Kalau seandainya qta bertukar posisi dan kembali ke masa lalu, apa ceritanya persis berakhir seperti ini juga?



Once again selamat ulang tahun!

6.9.08

ada janji di penghujung September

Kamu tahu apa yang sangat aku inginkan?
“Melukis?” jawabmu dengan serius sambil meneruskan membaca buku.
Ada keinginan melukis diatas kanvas. Bereksperimen dengan warna. Mengkomposisikan imaji. Menyambungkan titik. Menyelaraskan gerak kuas.
Tapi sayang, jawabanmu kurang tepat. Bukan melukis yang paling kuinginkan saat ini.

Aku ingin melakukan banyak hal dengan mu.
“Denganku?” lalu kau menutup bukumu, membetulkan letak kacamatamu.
“Apa saja itu?”
Aku mau kita pergi ke nedus, beli cappucino, pergi ke taman kota, main gelembung sabun, naik becak ke alun-alun.
“Main gelembung sabun? Uh, umur kita tak cocok lagi untuk itu. Apa jadinya dua perempuan berumur sembilan belas tahun masih bergelut dengan bola-bola sabun?” ia lalu tersenyum. Tertawa sedikit. Lalu melanjutkan kata
“Bagaimana dengan nonton laskar pelangi di September akhir saja?”
Laskar pelangi di September? Usul yang bagus.

Ingin rasanya selalu meluangkan waktu untuk sahabat. Melakukan banyak hal dengan sahabat.


Baik. Ada janji diakhir September bersama seorang sahabat.

2.9.08

perbincangan


isnie : Na, qo cuma satu???
Vina : gtw Nie.... billnya siapa yang bayar???
isnie : gtw juga.....
-terdiam, keadaan jadi sunyi...-
Vina : Nie, bagi dua aja yuk!!


Note :
bukan percakapan yang sebenarnya qo...:)
bill-nya udda di bayar, cash and carry....
sebenarnya Na lagi cerita soal dia yang mau karantina ipdn, dan nie.... tampaknya terlalu serius za ngedengerin ceritanya, dan Lie... sibuk jadi banci foto
futu ini, futu itu, tentunya yang kebanyakan dengan saiah sendiri lah yang jadi modelnyah...:)

bukti kenarsisan Lie.. eh, kitaa lainnya..

beres makan2, futu-futu....

senangnyah....


makan 30 menit, sesi futu 2 setengah jam!