8.10.08

Lebaran Delight

Pagi ini cerah ya....
Tapi pagi ini rasanya sepi sekali . . . . tidak ada tangisan bersahut-sahutan dari dua keponakanku seperti kemarin. Hhh . . . mereka pulang. Salahkanlah pekerjaan kalau memang perlu cari kambing hitam. Kakakku harus merampungkan sebuah laporan tanggal 4, esok hari. Walaupun lebaran sekarang dirayakan tanpa Eyang Kakung dan lainnya . . . .
Menurutku berkumpul bersama mereka saat ini merupakan bagian terindah, kita menonton film bersama dikamarku –sayang! minus chef Nang yang enah pergi melancong kemana malam itu-, bakar ikan, minum cola, pergi kesana kesini, menyalakan 12 kembang api, ketika itu kami bisa mengobrol, mencela-cela, dan tertawa. Rusuh, ramai sekali. Kebahagiannya yang terlewatkan ketika selama 11 bulan terpisah ribuan jengkal.
Ternyata aku begitu menikmati berkumpul bersama ‘keluarga kecil’ ini dengan kehangatan, cinta kasih, gelak tawa, senda gurau yang mereka bawa, terimakasih Allah.
Harapanku sekarang, salah satunya agar tahun depan bisa bertemu Ramadhan lagi. Bisa berkumpul bersama keluarga dan sahabat lagi, tidak hanya sekedar beramai-ramai kumpul, tapi untuk mengingat betapa waktu tenyata sangat berharga. Esensi ketulusan dalam memberi kepada orang lain. Belajar lebih ikhlas dan menerima.


Minal aidzin walfaidzin, dengan siapa kamu berlebaran tahun ini?

1 komentar:

sei mengatakan...

aku shalat id si cianjur
trus ke rumah nini deh
ngumpul smua keluarga