BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, Agustus 24, 2009

yang tidak bisa di dapatkan di tempat tanpa sekat

Tempat tanpa sekat itu adalah,
Saya menikmati malam di pelataran taman, berbincang dengan sahabat, atau menikmati waktu sambil berlama-lama di Gramedia, mencari buku, duduk sambil membaca sebelum membayarnya. Makan bakmi pinggir jalan di depan GIM, pergi ke kedai ice cream dengan beberapa sahabat, ngopi di depan kampus, menghabiskan malam dengan berbagi tentang banyak hal. Memilih Galaxsi Theater atau 21 dibandingkan Blitzmegaplex ketika luang. Atau ketika memilih kursi beratapkan langit dengan lilin kecil di meja, ikut bersenandung dengan suara yang ngepas. Yang bisa dikatakan itulah saat-saat dimana saya menghabiskan banyak waktu yang tidak berguna.

Tapi kali ini, cukup ditempat ini, di rumah Allah. Saya bersinergi waktu, bersujud. Yang kini cuma dapat sesekali dikunjungi. Rasanya begitu damai. Sinergi yang mengalir tidak saya dapat ketika di tempat tanpa sekat. Beruntung sekali malam ini, setelah tarawih dan dalam perjalanan pulang, bisa menyadari sesuatu. Mendapatkan jawaban-jawaban tentang tarawih, yang selama ini menjadi pertanyaan. Kenapa tarawih panjang rakaatnya? Kenapa di bulan Ramadhan?

Karena saya merasa lebih tenang setelah berdiri diam, dan berdoa.

Saya sedang mengosongkan pikiran dan meluruskan niat. Doakan saya ya.

Dearest,

Adelia Tri

Dunia dan Persahabatan

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Kolaborasi! Yang selalu membuat saya tertawa cekikikan di sela-sela kesibukan kuliah....karena seru-seruan dikedai kopi, konser bareng di club, ngenet bareng d Eco, rusuh di bioskop, menggila di kampus, foto-foto seru di berbagai tempat, wall-wall kalian di facebook, chat di YM, sampai ke sms dan telfon. Kayaknya waktu 24jam itu masi terasa kurang ia.... sungguh menyenangkan bisa mengenal kalian semua. Terima kasih untuk persahabatan yang indah yang kalian berikan untuk saya.

Luph U all, girls, mbah.......................=)

Dunia itu besar. Persahabatanlan yang membuatnya kecil.

Saya tahu bahwa persahabatan itu tidak mungkin akan dalam keadaan tertawa bersama seterusnya. Pasti, nanti di depan kita akan menemukan titik hitam dalam tabula rasa persahabatan. Yang bisa kita lakukan hanyalah mengeratkan jemari. Bahwa setiap masalah yang datang, konflik yang muncul, tidak akan menjauhkan kita. hubungan ini akan membawa kita kepada pengalaman-pngalaman yang seru dan membuat kita akan tertawa besama-sama pada akhirnya. Karena persahabatan itu adalah sesuatu yang dibangun dari fondasi emosional yang solid. Dari berbagai perbedaan dan sedikit persamaan. Kita bersama-sama akan belajar menerima dan berbagi pelajaran dari pengalaman-pengalaman itu. iya, kita semua...
Saya sudah belajar banyak dari kalian. Belajar menghargai perbedaan. Pelajaran pertama yang kalian berikan.
Saya Cuma ingin mengucapkan terima kasih untuk kalian semua yang telah menjadi bagian terbesar dari kehidupan saya. Selalu ada disamping saya dalam setiap kejadian besar atau kecil, peting atau tidak penting. Tak perduli apakah kalian ada hanya untuk semusim atau seumur hidup saya.
Ada yang bilang cinta itu buta. Tapi untuk saya persahabatan adalah hal yang sangat jelas dan nyata untuk dilihat.

Ibarat rujak, saya dan mereka itu buah-buahan yang terbumbui jadi satu dan bungkusnya berkaret sembilan. Pedes abiss. Karena rasa pedas itu selalu jadi candu, bukan?? ?

Har chan (myMitra), Tsetse (si goyang blender) , Ece sihombing (si kodok), Chacha partner (si Nini), Idul partner (Ms.Karyo), Geby (cinta nggak akan kemana qo), Resha (hi cha), Mbah Irvand (dulunya Om, sekarang Mbah)

I love you All....
Selalu menyenangkan bisa berbagi tawa dan tangis bersama mereka yang mengasihi kita.
Selalu menyenangkan untuk bisa punya orang seperti itu di sekitar kita.

Orang datang dan pergi, tapi tempat mereka selalu saya simpan. Tidak akan bikin sesak, karena selalu ada tempat di hati saya untuk kalian. Hati adalah ruang yang sangat lentur dan bisa selalu memuat orang-orang yang disayangi.
Tanpa mereka, sulit rasanya melewati banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Karena mereka, saya merasa punya kekuatan lebih untuk menghadapi hari demi hari. Bisa jadi, ini "basi" banget buat banyak orang, tapi mau gimana lagi, saya merasa perlu untuk bilang pada mereka semua, betapa saya bahagia dan bersyukur bisa menjadi sahabat mereka

Lets sing this song together!
Kamu sangat berarti istimewa di hati
Slamanya rasa ini
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
(ingatlah hari ini-project pop)

Terima Kasih, Merci

Three birds, sat on my window
And they told me I dont need to worry
Summer came like the cinnamon
So sweet, little girls double dutch on the concrete.
Terimakasih banyak untuk semua orang yang sudah menunjukan perhatiannya yang begitu besar. Masa-masa seperti kemarin memperlihatkan begitu banyaknya orang yang begitu baik, begitu tulus, dan terkadang diluar dugaan. Terimakasih untuk semuanya. Tuhan membalas kebaikan hati kalian......

Maybe sometimes, we’ve got it wrong, but its alright
The more things seem to change, the more they stay the same
Oh, dont you hesitate
Dan ini beberapa pesan indah yang sahabat-sahabat saya tulis untuk saya. Terlalu indah untuk sekedar lewat di wall saja

Mitra-ku menulis ini di statusnya :

"haNya tUk se0rang temaN yg saNkgup metam0rfosis meNJadi sahabaT daN kiNi tak lain sePerti layaknYa saUdara..."coba'an yg dTg tak lain sUpaya qT jd org yg kuaT,tegar,oPTimis" ku tau ht n pRasa'anmU sdang kaLuT,beRsedh boLeh,tp jngn... trLaLu,kaRn tak mrbh apaPun..[Ly]..ku n Yg lain riNdu sosokmU yg dL,Ly yg peNuh seMangaT n anTusias...Ly c0mebaCk wiTh Ur seLf pLease..."
"sobatku sdah kmBaLi...seNang rasa'a...seMoga itU bnR2 dYa, seMangaT iia Ly....^^"

Cha2 :

"4ly: segeralah km lewati cmua nie ... n kmbali sperty smula ,,
>.< aimissyuu*"

Thyan :
"Q tw km sdih Q tw km kcewa Q tw km marah Q tw km skit hti Tapi. . Ni bukn akhir ri sgLa'y. . JadiLah drimu yg dLu,, yg sLL cria,tak mudh mrah,pnuh smngat,. . yg sLL jd pribadi yg baik&tgar. . Qta sLL mdkung&ada u/mu. . 4 my LuveLy friend. ..Ya Li, km mrah bLh, tp jgn tLL bLarut2. ..
CpatLah kmbaLi ke Ly yg dLu.. .
Keep cheer up dear!
^_^"

idul :
"Aqu juga sayang
lia chan
aliasa adELIA TRI HERAWATI...
Aqu pen dy yg dlu.,
SNGT Mengemaskan...
smangat"

mbah :
"aku suka Gembel yang sekarang....:)
gag boleh dilewatin ajja mbel,dipikirin....banyak..
..banyak....terus,
ada hal yang mau tuhan sampein ke kamu....hidup gembel.......
hahahahaha......"


mbak Linna wrote this beautifull message :
"hi dear...
as facebook friend, I've been reading your status everytime,n I'm very sorry for u. I know how painful it is, n how sad u r. u need to cry, scream, n yell..but that's all u can do. U r still young, honey. the road ahead is still far, n your journey is still long. push urself to frget him, he's not good at all fr u. u just think u still love him, don't trust your feeling. u don't love him: u just love the memory. dear Adel, pls think."
Eri Chan....

dan semua orang yang nggak bisa say ucapkan satu persatu......

Tidak penting buat orang lain, tapi saat ini, pesan-pesan seperti itu menjadi sesuatu yang penting untuk saya.
trimakasih banyak kawand, saya sangat terharu dengan kata-kata yang kalian post kemarin.

Don’t you let those other boys fool you,
Got to love that afro hair do
Maybe sometimes, we feel afraid, but its alright
The more you stay the same, the more they seem to change.
Dont you think it’s strange?


(Put Your records On – Corrie Bairey Rae, dicetak miring)

LIKA LIKU LUKA

from L to G

Pertengahan Agustus 2009,
It was 3 o’clock in the morning and I have already waken up.
I laid on the bed with the white sheet on it. Too dark to open the window and the silence was ticking bold.
I hold my breath and gazed at the room I am in.
It was not that hard, I have done this before. But still, there was this uncontrollable feeling I have in my chest.
Ditengah suasana yang full emotion seperti sekarang ini, saya dan seorang sahabat saya – Tsetse berbicara tentang kisah cinta kita yang hampir sama, sama tragis, dan sama menyedihkannya. Saya bertanya kepadanya, “Jadi apa yang kamu rasakan?.”
Waktu itu dengan yakin dia menjawab. “Tentunya sakit. Tapi hidup harus terus berlanjut. Dia nggak seberharga yang kamu kira kok...”
Lama dari situ, saya belum berhasil menjawab pertanyaan saya sendiri.
“Jadi apa yang kamu rasakan.”
Apa yang saya rasakan sekarang apakan cinta atau sekedar emosi.
Yang pasti I did somethink stupids.

Ketika saya dan dia berbicara, lewat pesan pesan singkat. Pesan-pesan dengan nada yang jauh berbeda dari nada-nada yang kita perdengarkan di depan orang-orang.
Iya, saya fikir hanya antara saya dan kamu.
Tapi ternyata tidak.
So silly, inbox saya sudah terlalu penuh. Belakangan ini saya sengaja menyimpannya dalam satu folder khusus, untuk saya intip kembali tiap kali saya merasa bosan.
Ketika saya berfikir, wow he has a gentelman traits. He is different with other guy. Im so proud of him. Saya menjadi sangat kagum dan respect.
Ketika dia bisa membuat saya tersenyum kecil waktu mengalami hari yang berat. Brighten up my days. He has something that will make mu heart a little bit lighter.

This man is having a little romance with me, having fun, sending me romantic SMS… but in the end, he’ll go back to his life. To his ‘girlfriend.’ And there I will be. On my own.

Hei kamuu!! Im not your shelter!!
Gampang ia kamu bilang find the better one than me. Lets say, itu cara cupu yang cowok lakukan waktu mau mutusin ceweknya dengan alasan ceweknya masih bisa dapet yang lebih baik lagi.
Padahal waktu kita mengharapkan sesuatu jadi ‘lebih baik’, sebenarnya we dont even scratch the surface.

Im not still falling in love with him. Nggak. Saya jadi mati rasa. Afraid to start a new relationship lagi. Dan berfikir bahwa those guy are not serious. They are not loyal. Mereka mungkin Cuma mau mempermainkan saya. Banyak skali fikiran2 jelek yang menggangu. Yang tertinggal saat ini hanya sebuah perasaan takut. Takut jatuh cinta yang ‘dalem’ lagi sama seseorang dan dikecewakan setelah itu.

Saya terjaga sampai pulul 4 dini hari. Mendengarkan bunyi gemericik hujan yang turun. Menatap langit-langit kamar. Kembali berfikir. Kemudian meraih telephone genggam yang ada disamping. Mengetik sebuah sms. Save to draft. Membuka Opera Mini. Log in di facebook. Mengetik Namanya. Membuka profilnya. Mengarahkan kursor ke paling bawah. Menemukan “Remove as friend” >> yes.
Kemudian saya beralih ke phone book. Sekali lagi mengetik namanya. Menentukan sebuah pilihan “Delete this contact?” >> yes.
Namanya tak ada lagi dalam urutan teratas atau yang paling bawah sekalipun.kehadirannya tak akan terlacak lagi baik dalam PEMBERITAHUAN konyol tentangnya di fb atau dalam phonebox di inbox saya.
Sekarang atau tidak sama sekali. Melompat pergi atau terjatuh lagi.

Menjelang pukul jam 5 pagi. Hujan masih belum berhenti.


Lalu Tse-tse berkata lagi
“Seengaknya kamu telah melakukan sesuatu hal yang benar. Dont you think? You are got a choise as well, dear. Your choise is to call it a quit. Come on. There sre still so many guy out there.”


“i think i did something stupid
to let you come into mylife.
Or you juz come in the right moment?
so silly, i find my self loving you even more.
I guess i know the reason why the people
tend to admire someone they dont
really “know”.coz its really happen to me, so silly.
And those are my regret.
Thx for all and sorry for all also.”

Pilihan >> 08522xxxx >> send >> delivered



*dedicated to G, terimakasih telah memberikan "selamanya" dalam waktu 2 bulan saja.

Jumat, Juli 31, 2009

coz.......aishiteru

aishiteru - colafloat

hajimete kimito atato
bokunewa sugata okugizu
kerare temite imazu
sorota hikara kimiowa sure rarena
kimiwa hajimete bokuno kokoro hita hito
sikashi hoka roka ngewa
bokukara kimio ubaytota
naseka soro koto inaa taka

ichiuma remou
mateiru bokunimo toruta mehe
maiita kotobawa sore bawa ikheru
aishiteru

...

pertama kali ku berjumpa denganmu
mataku terpaku melihat sosok dirimu
sejak saat itu ku tak bisa lupakanmu
kau yang pertama yang tlah menarik hatiku
tapi bayang-bayanglah
tlah merebut kau dariku
ku tak mengerti
mengapa semua ini terjadi

ku kan slalu menunggumu
kan kembali pada diriku
setiap kata yang terucap ku hanya dapat bilang
aku sayang kamu

nb : coz, aishiteru

Sabtu, Juli 18, 2009

u.a.s

Yah ampun, tiba-tiba
udah UAS aja!! *scream*
Sumpaaaaah, lagi males ngapa-ngapain.

Sekarang gue lagi mengibaskan tangan gue dan sejenak melupakan berbagai tanggung jawab yang gue pegang (oh, maafkan daku kawan-kawan...).

Semoga rasa malas ini tidak bertahan lama.

amien.

Sabtu, Mei 09, 2009

Mama











T
oday is my mom birtday....but I dont have any special gift for her
only wish that hope she always got the best think in her life.....
and luph me forever.....................


Perempuan itu ibuku
Perempuan yang bernama kesabaran
apabila malam menutup pintu-pintu rumah
ia masih duduk menjaga
anak- anak yang sedang gelisah dalam tidurnya


Perempuan itu ibuku
Perempuan yang menangguhkan segalanya
bagi impian-impian mendatang
telah memaafkan segala dosa…

(Arifin C. Noer)

I Luph you mom
"Happy Birtday"

dance with myfather

Back when I was a child, before life removed all the innocence
My father would lift me high and dance with my mother and me and then
Spin me around ‘til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love
To dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me

If I could steal one final glance,

one final step, one final dance with him


I’d play a song that would never, ever end

‘Cause I’d love, love, love

To dance with my father again
Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I’m praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don’t do it usually
But dear Lord she’s dying
To dance with my father again
Every night I fall asleep and this is all I ever dream



*)
sudah sepuluh tahun,
but I'll never wanna say good bye to him...

miss you. much. Dad................
never ending story,
dari Aku..... dari kami........




Rabu, Maret 25, 2009

DETAIL KECIL DI PAGI HARI

Yang membuat saya bahagia hari ini adalah . . . . dia.

saya menemukannya tanpa sengaja pagi tadi. Menyenangkan....


Kemarin, saya tidak pernah berani menatap matanya. Tapi tadi kami bertukar pandang dan tersenyum. Tapi kami tetap terdiam, dan saya memandangi punggungnya sampai bayangannya menghilang menjadi sekeping sunyi. Tapi itu begitu cukup untuk memberi warna merah muda dalam hari.


Saya sadar, hari ini saya tengah berani menghadapi babak baru dalam hidup. Ketika saya membiarkan hati bebas dari masa lalu, dengan membiarkan kebahagiaan kecil masuk, uh, saya tidak bisa menggambarkan bagaimana rasanya. Saya Cuma tersenyum simpul.


Ternyata pagi memberikan hadiah yang luar biasa untuk saya. Hadiah yang terlalu mahal. Dia, mentari, burung berkicau, senyum, anak-anak bermain bola, aku. Andai saja ada yang mengabadikan momen itu serupa foto blur.... tapi ya sudahlah....


Saya menghela nafas panjang-panjang. Baiklah, ini Cuma satu hal sederhana yang bisa membuat saya senang bukan main. Saya bertekad melanjutkan hari ini dengan kegembiraan yang lain.

Hari ini saya sedang berusaha memaknai hidup dari detail-detail kecil.



Note :

Mr. A Kudo... masa lalu memang selalu menjadi candu. Tapi, qta terlanjur berdiri dalam beda...

Senin, Maret 02, 2009

berubah

...So little time
Try to understand that
I'mTrying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing and I don't feel the same....


Apanya yang berubah?Saya masih menjadi saya qo. Saya masih suka permen fruitella aneka rasa buah, hujan-hujanan, berjalan bertelanjang kaki menjejakan diri di atas rumput pagi yang penuh titik-titik embun lalu menegadahkan diri kelangit menghirup semesta merangkum keindahan pagi.
Saya juga masih tak bisa menolak secangkir lemon tea. Mengirimkan kartupos. Mengkoleksi struk belanja. Suka drama korea.
Photografi.....
Terkadang memang saya sibuk sendiri dengan berbagai aktifitas baru, tapi saya selalu menyempatkan untuk mengintip keberadaan kalian lewat surat elektronik, meninggakan jejak di halaman beranda rumah kalian, menulis di dinding, mengomentari status, lewat pesan singkat, panggilan yang tak terjawab . . . .
Iya, jangan takut, saya masih menjadi saya.

Sabtu, Februari 28, 2009

Ujung Februari - Menunggu Maret

Wah, Maret ya....
Ternyata tanpa perlu ditunggupun Maret datang dengan sendirinya. Saya bahkan tidak ingat kemana bulan Januari dan Februari itu pergi. Bagaimana tidak? Februari ini bukan hanya cantik tapi juga penuh dengan kesenangan. Tidak.. tidak... saya bukan penganut perayaan V’day atau semacamnya. 14 Februari lalu datar-datar saja qo. 
Tapi dalam Februari, ketika semua berkumpul, mereka menggulung saya kedalam tawa, tak hentinya berbicara tentang kenangan. Februari, hujan yang tak hentinya di bulan Februari-saya selalu suka hujan, saya puas menikmati hujan deras dari dalam bis MGI di tol Cipularang saat perjalanan pulang. Februari, bebas dari kelas TLS di Jumat pagi bersama Mrs. Nan! Ah, Februari yang begitu cantik! 

Saya memutuskan untuk tidak melalui Maret dengan pesta atau lara. Setelah 28 hari yang singkat, saya sedang menunggu 31 hari yang panjang di depan.
Entah apa yang akan dilakukan di Maret. Apakah saya masih duduk di beranda rumah saya sendiri?
Rasanya begitu enggan berpisah dengan Februari yang manis dan cantik.
Mungkin dalam Maret nanti, saya berusaha mengatasi penyakit Writers’ Block yang saya hadapi. Saya mulai gila cari ide. Prolog yang saya kerjakan di Januari lalu, plotnya hancur! Mungkin ini dikarenakan saya terbebani oleh isi cerita novel pertama dan kedua. Tentang kelanjutan mimpi si perempuan – Arheina Pramaya.

No, ini sama sekali bukan mimpi Arheina, ini mimpi saya, bukan ini yang Arheina butuhkan!

Saya kini sadar, betapapun saya ingin memberikan ending yang bahagia untuk teman imaginasi saya-Arheina, saya tidak bisa menemukan letak kebahagiaannya karena menyelesaikan mimpi bukan sebuah deadline yang harus ada pada waktu tertentu. Menyelesaikan mimpi adalah sebuah kesenangan, menulis untuk sebuah tujuan yang baik. 

Baik, Maret nanti mungkin akan menjadi awal yang baik untuk memulai sebuah prolog baru....

Amiin.

Kamis, Februari 26, 2009

where r u

Saya terbiasa mengunjungi sebuah halaman setiap kali menginginkan keberadaan dia di kedai ini.
Kursor bergerak pada wajahnya yang semakin tidak familiar.... membaca komentar-komentar atau pesan dari kawan-kawannya yang tidak saya kenal.
Dia bertemu dengan bayak orang, entahlah mungkin sekarang dia telah bertemu dengan seseorang, saya memilih untuk pura-pura tidak tahu dan tidak bertanya macam-macam. 
Saya meninggalkan sebuah jejak, kita sedikit berbicara tentang kawan-kawan, impian, masa depan, tapi kita tidak pernah sekalipun mengangkat topik mengenai kita dalam pembicaraan. Kalau masa lalu tidak bisa membawa dia kembali, saya ingin masa depan yang membawanya.
(Saya kangen sms yang penuh dengan titik-titik sebagai pemisah kalimat.)

But you know what, ternyata waktu demi waktu perbedaan smakin jelas terlihat.
Saya merasa semakin jauh, wajar kalau saya fikir sekarang ini ketidakhadirannya menyerupa seperti bayangan yang berkelebat ketika memandang keluar jendela mobil yang melaju dalam kecepatan 100mil/jam. Samar-samar. Tapi dia ada.

Disinilah saya sekarang.... hampir lima tahun yang lalu, tapi saya masih bisa mengingatnya dengan intensitas yang cukup jelas seolah dia baru datang kemarin sore. 

Seperti mati rasa, kalau dia fikir dia kembali datang dan bisa mempermainkan saya lagi dia salah besar. Saya memang masih berdiri tepat didepan setumpuk kenangan 1825 hari-hari lalu. Ditengah setumpuk surat, di dalam deretan pesan singkat dalam satu folder khusus, nomor ponselnyapun yang saya hafal diluar kepala. 

Kini kami berdua berdiri dalam ‘beda’, jaraknya hampir 3.000 mil jauhnya dari garis tempat kami berdiri dulu.

Tak apa, bukankah kita semua membutuhkan jarak? Sudahlah, dia bukan siapa-siapa.
Atau mungkin ini adalah sebuah bentuk lain dari kecemburuan saya, that keeps I reluctant to meet somebody new.

Sabtu, Januari 31, 2009

menemukan sahabat


Masih ingat posting saya ‘mencari sahabat’ ?

Berapa minggu yang lalu, saya iseng mencari sebuah nama di facebook...

Dan taraaaa, mengejutkan. Saya tidak menyangka akan menemukannya secepat itu.

Saya ingin mengintip keberadaanya saja qo.

Di satu halaman itu, dia memasang foto-nya di masa lalu (kalau bukan karena foto itu saya mungkin tidak bisa mengenalnya lagi.)

Penuh harap,

Sebelum memutuskan untuk ‘tambahkan sebagai teman’, saya mencoba mengirimkan sebuah pesan di inboxnya.

Ya, saya ingin memastikan apakah itu adalah dia, besoknya ada pesan masuk di facebook saya.

Ternyata benar dia.

Mata saya bergerak ke halaman bawah, tempat sebuah album dengan deretan foto-fotonya yang sedang tersenyum menghadap kamera, di perpustakaan, di tangga, dengan berbagai pose dan gaya.

Ya, dia jauh berbeda.

Jantung saya berdetak sedikit lebih cepat, ini adalah sebuah perasaan haru. Senang rasanya bisa mempunyai kesempatan untuk ‘bertemu’ dia lagi – seorang sahabat lama. Saya jadi ingin bertanya tentang banyak hal. Perihal sekolahnya, teman-temannya, keluarganya . . . apapun lah saya ingin bertanya macam-macam. Sayangnya saat ini, kami-saya dan dia adalah dua homo erectus yang sama sekali tidak saling mengenal. Saya jadi ragu dia masih ingat tentang kebandelan kami di masa lalu. Kami memang pernah begitu dekat dan bersahabat dalam beberapa bulan, tapi ingat kami begitu sangat jauh untuk bertahun-tahun. (almost ten years!)

Tapi saya tahu,

saat ini saya merasa telah menemukan sesuatu yang telah lama saya cari. Sesuatu yang sempat hilang dari hidup saya, yang sempat saya fikir bahwa sesuatu itu akan hilang selamanya.

Tak jadi soal.

Tentang kami dimasa lalu.

Karena saya kini sudah menemukannya toh. Walau saya menemukannya dengan sedikit perbedaan.

Hei,

Ghani Hafiyyanto . . . .

Qta masih berteman bukan?

Tanpa pernah tahu kapan lagi akan saling berjumpa. Saya cuma ingin memaknai persahabatan.


Semoga dia tidak keberatan fotonya saya pajang di kedai ini.

Jumat, Januari 30, 2009

Pe-eR dari Karafuru Chan (eh San!)

tempo hari saiah dapat sebuah pekerjaan rumah dari pak gulu karafuru......
disuruh jawab pertanyaan2 ini dari gambar di Google....


#the age of next birthday

"Mylife has just been a roller coaster. Its finally getting all that out there and starting over."


#A place I’d like to travel

"Praha . . . Prague . . . hangat dan gaya! cantik skali."


#A favourite place

"Ini adalah tempat favorite saya, sebuah ruangan yang separuhnya luas tapi tidak sempit, ada sebuah jendela tempat sinar senja bebas keluar masuk. Ini tempat berlatih yoga, berdansa, tempat ini bisa jadi kacau balau ketika beberapa kawan datang berkunjung, ini adalah tempat multifungsi, bisa menjadi tempat apa saja sesuai suasana hati. Ruangan ini penuh dengan aksesoris, rak-rak dengan buku ‘indie’ karyakusendiri, dus sepatu, laci yang penuh dengan makanan, dindingnya dipenuhi karya seniman cilik dengan sidik jari warna/i– Nadhia. It’s here, mylovely room."

#A favourite food

"Spicy noodle, Hmmm… yummy I luph it!"


#A favourite thing

Kamera Nikon D90 DSLR. Fasilitas lengkap, bisa mengabadikan moment seru dalam hidup.


#A favourite color

"Saya suka Lily, karena mengandung warna yang saya sukai, putih, kuning cerah dan hijau muda terang."


#A city I was born

"Bandung… di Kayu Ambon, Lembang… menyenangkan sempat melihat rumah tempat dilahirkan, saya merasa pulang ke rumah. Di sana nama saya bukan Lily, Adel, Lia Tri atau Adelia Tri, di sana nama saya ‘ASTRY AUGUSTINE’ betul-betul AUGUSTINE!! bukan AGUSTIN!

Seperti ketika Tante Emma bertanya kepada mama dalam pesan singkat,

“Apa kabar Astry?”"


#A city that I have lived in

"Bogor."


#A nickname I had

"Lily. Senang rasanya bisa menjadi Lily. Sederhana, anggun, dan minimalis. Seperti Beyonce dengan Sasha-nya, Maddona yang ingin dikenal dengan nama Eshter, Mariah Carey dengan Mimi, Miley Cyrus dengan Hannah Montana, dan Lia dengan Lily-nya"


#College Major

"English Language. Salah! Dulu, harusnya saya ngambil sastra rusia atau jerman aja ya!"


#A bad habit

"I need a tips to be a smart shopper!!!"


#A hobby

"Kata Dee Lestari, “Menulis adalah cara menemukan jati diri.” Dan untuk saya, menulis adalah berbagi, saya Cuma pengen orang-orang mengerti apa yang saya rasakan dengan membacanya."


#wishlist

"Be a bride....someday :)"


Siph ini PR saiah.....

Selasa, Januari 27, 2009

OM IRVAND

Namanya S. Irvand, dia adalah seorang sahabat yang saya kenal dua tahun yang lalu dalam kelas B.

Saya lebih suka memanggilnya Om Vand, bukan karena dia terlahir berapa tahun lebih cepat, lantas saya membubuhkan sebutan ‘Om’ didepan namanya. No, no, no, saya hanya ingin menghargai cara pandangnya dalam menghadapi hidup.

Dia adalah teman berbagi kebahagiaan-kebahagiaan kecil, yang belakangan ini sikapnya berubah 180 derajat! Betul 180 derajat ke arah yang lebih baik!

Saya bertanya-tanya, Ada apa denganmu?

Rasanya janggal, apa yang terjadi ya? Kenapa tiba-tiba...

Kamu itu memang tidak sempurna!

No body is perfect rite?

Om Vand kadang menyebalkan. Kadang suka bikin jengkel. Kadang-kadang seharian komentar yang nggak-nggak. Kadang nggak pedulian. Kadang-kadang marah nggak jelas. Kadang saya nggak tau hari ini sedang berhadapan dengan Om Vand macam apa . . . tapi aneh, justru terkadang saya tiba-tiba suka kangen Om Vand yang bikin jengkel, bikin kesel....

Tapi ya, kita semua pernah menyebalkan dalam fase-fase tertentu. Dan kita mengalami ‘kadang-kadang’ itu. Iya, kita. K I T A. Saya dan Kamu.

Tapi sisi lain yang saya suka dari Om saat ini adalah,

Om Vand yang memuji dan bikin hidung saya kembang-kempis. Yang berbagi dan ingin ‘merangkul’ semuanya. Sabar. Nggak gampang marah. Berbagi pendapat. Dunno why, saya suka om Irvand yang sekarang. Jauh lebih terbuka dan sangat menyenangkan.

Saya berharap ini adalah kombinasi Supervand yang baru di 2009.

Hei, rupanya Kamu telah bertemu dengan seseorang ya.

Saya sudah suka dengan Om Irvand yang dulu.

Tapi, saya lebih suka dengan Om Vand yang sekarang....

Kemarin ketika berbincang di halaman rektorat lalu berlanjut di pinggir kolam bersama Om Vand dan Ms. Blub,

Kami berbicara tentang hidup, tentang puisi Farid, tentang ‘9 mata hati’, tentang atheis (perlu digaris bawahi, topik yang kami bicaran pada waktu itu bukan menyangkut seseorang, atau apapun, ini tentang kami.) We are believe in God, God is still exist for us. Kami berbicara tentang kekaguman kami kepada AAGym. Kami berbicara dan berdiskusi tentang agama dari sudut pandang kami - anak muda yang masih gemar bersenang-senang, menghabiskan uang, bergosip, pribadi-pribadi yang masih belajar untuk menjadi muslim dan muslimah, teman, pelajar, anak, dan warga negara yang lebih baik.

Om Vand sedikit banyaknya bercerita.

Terimakasih telah berbagi tentang hidup.

Walau tidak seluruhnya, tapi rasanya saya telah belajar keseluruhan hidupnya.

Dia betul, saya tidak sendirian.

"Ah, terimakasih telah memberikan inspirasi!"