7.3.08

When The Dawn Comes Tonigth (HOPE) its a Memory Only

Beberapa minggu dah berlalu....dari insiden kemaren (re : post sebelumnya).
Gee, semenjak tau hal itu dari [Do], at first gk tau harus ngasih reaksi kaya apa waktu ngebaca emailnya. brasanya dunia jadi gelaappp bangedh. Hati Lie kalut. Lie nggak bisa ngelakuin apa-apa cm natap monitor dengan mata yang berkaca-kaca!
kali ini X minta bertemu cuman sama [Mie] aja&aku gak boleh ikut... never mind...demi dia, apapun akan aku lakuin...cz aku dah sayang banget sama dia... pertemuan kedua ini...si x nitipin CD....& bilang ke [Mie] kalau yang boleh ngerti isi dari CD ini cuman [Mie]... aku kesel banget....
tapi [Do] nggak mau tau posisi Lie kaya apa
Lie kasian sm [My Lost Friend]. Lie bisa ngerasain pasti sakit ada diposisi itu. jauh lebih baik throw me into the darkness cell. Put me in front of the firing squad, hang me on the hang pole. Karena rasanya pasti lebih sakit dari itu. jauh lebi terluka dari Lie . . . .
Dan Ternyata keputusan Lie reply email dari [Do] adalah keputusan yang salah. Seandainya waktu itu Lie memutuskan utk TIDAK TERLIBAT jauh (lagi). STOP sampai disitu! Mungkin klo Lie bisa memanipulasi perasaan Lie saat itu dengan bersikap seolah nggak tau apa-apa –seperti biasa-, dia nggak bakalan nanya panjang lebar yang mengharuskan Lie ngejawab pertanyaannya. Seandainya Lie nggak kenal sama [MLF] atau Lie ini bukan temen [Mie], mungkin akhirnya gk kaya gini. Mungkin dengan Lie nggak tau ‘whats going on?’ Lie nggak akan merasa terluka.
Dan taukah kalian . . . yang paling nggak abis fikir sikapnya [Do] yang seenaknya ngasi tau [Mie’]! Yang notabenenya adalah salah satu Subjek cerita yang ada di email qta. Huppps . . . . . . sumpah! He though its escape . . .
Hal yang selama ini jadi big secret between Mizz Icih dan diri sayah sendiri. Sekarang Lie ngerasa semua orang ngetawain Lie. Tau masalah Lie!!! Adduh, dunia Lie selain gelap jadi tambah sesak aja.
[Do] itu egois tau nggak?! Cm karena dia nggak mau lost his realitionship sm [Mie]. Dia ngorbanin Lia. Orang yang Lie kira isa keep masalah Lie. Orang yang Lie kira isa diajak temen sharing yang tepat buat masalah ini. Malah ngecewain Lie. I did something stupid karena mau percaya gitu aza sama orang yang baru Lie kenal. I did something stupid soalnya dah mau cerita panjang lebar tentang masa lalu kelam kehidupan Lie. Buat kedepannya Lie cm mau percaya sama Mizz Icih! Lie trauma sama kejadian ini. Bener-bener trauma. Lie jadi paranoid sama keadaan sekitar. Lia takut....
Belakangan ini Lie mencoba menghindari mereka semua. Dia, dia dan dia. Bukan mau lari dari masalah tapi Lie nggak mau menciptakan masalah yang lain . . . lagian Lie mau introspeksi sama diri Lie sendiri. Bagian mana yang salah, dan pemecahannya menurut diri Lie sendiri.
((Thx to Mizz Icih, si Onet kuw, si pengertian . . . yang selalu aza ngasih ruang utk menggerutu sepanjang minggu. Padahal Lie tau Mizz Icih ini punya masalah juga. Tapi hebatnya, dia malah bantuin Lie. We solve the problem together. Tapi saran yang dia kasih utk klarifikasi masalah bersama-sama gk aqu ikutin. Tapi, tanpa mengurangi apapun Thx kyu so much Cih! I luph u . . I luph u . . . cm km yg isa Lie andalkan))
Sepanjang minggu setelahnya Lie mulai menganalisis. So, why I must listen her? Katanya setelah [Mie] dikasi tau hal itu. Dia malah mau minta maaf plus mau b’terimakasih sama Lie.... Hhh...udahlah! nggak guna juga minta maaf atau terimasih utk itu yang ada Lie malah makin ngerasa bersalah. Malahan waktu dia tlp Lie ngak angkat, abisnya waktu itu di tlp disaat yg nggak tepat dan Lie juga lagi nggak niat angkat. Sekalinya Lie angkat. Lie ngebahas hal yg nggak penting bangedh!! Emang keliatannya konyol dan “Pliss dehh...!!” Lie cm nyoba bersikap biasa. Berusaha ngelupain yang terjadi. Iya, seolah-olah nggak terjadi apa-apa. Lie bungkus semua kejadian dengan selembar kain putih masukkan ke peti. (sekali lagi) mencoba berusaha untuk menutup dan mengunci rapat-rapat. Atau mungkin dengan berbekal sbuah ‘buku harian baru’ mari Qta buka lembar pertama dan isilah dengan cerita-cerita indah. Sudah. Setelah ini nggak ada lagi.
I know i said too much about this.. but trust me, this week is just worst *serius*. Well, i’m just human... I’m just ordinary people. Hati Lie nggak sekuat baja, nggak bisa dimaenin seenaknya. Lie ga mampu ngerubah takdir. Ga mampu ngerubah apa yang udah diputusin sama orang lain. Ga mampu ngerubah nasib sendiri sesuai apa yang Lie pengenin sepenuhnya. Pada akhirnya, Lie cuma bisa belajar dari peristiwa ini.
Belajar? Yah, belajar memahami perasaan sendiri. Belajar memahami perasaan orang lain. Belajar menerima keadaan sesulit apapun. Dan belajar percaya kalo suatu saat keadaan akan berputar lagi.
hm.. Lie sering mencoba ngelupain itu semua. Sampai akhirnya kejadian ini yang bikin Lie memutuskan untuk nggak menoleh2 lagi ke belakang, sambil mikir... well... it's the end of the road... sudah saatnyah istirahat...
So, conclusion, eeh... salah... kesimpulannya:
--Don't ever look back to the PAST-
Masa lalu itu ada untuk kita belajar memperbaiki kesalahan. Kesalahan, emang bisa dimaafkan, tapi ngga bisa diubah. Semua sudah terjadi dan akan selalu menjadi kenangan terburuk. Masa lalu itu untuk belajar buka untuk diungkit atau utk dimanfaatkan. Mungkin dia bisa memaafkan Lie malah *katanya* sampai berterimakasih segala, tapi dia mungkin ngga bisa menghilangkan semua yang pernah terjadi di antara kita. Never.
[Mie] maaf buat semuanya. Tuh kan, Lie bukan sahabat yang terbaik buat kamu. Lie salah uda nyoba masuk ke ruang yg belum tentu diijinin masuk. Dari pertama Lie emang uda lancang. Tapi sekali lagi, Lie selalu berusaha make it be better than before. Lie selalu mencoba memperbaiki semuanya. Tapi Lie selalu gagal. Seolah Lie ngulang kesalahan yang sama. Termasuk yang kemarin. Kemarinnya lagi. Dan kemarin-kemarin. Maaf buat semuanya. Penyesalan itu datangnya tak tepat. Makanya ketika penyesalan itu datang. Lia cm bisa menarik nafas dari rongga terdalam. Ditiup keras-keras keudara, siapa tau rasa itu sedikit berkurang. Tapi ternyata sia-sia. Cuma tinggal waktu yang jadi penawarnya. Sekali lagi maaf . . .
Then, I beg to Allah. Semoga kejadian ini tak tagi terulang di masa depan. -amien-

Reset kehidupan :
Kembali ke kehidupan enam tahun yang lalu,
Di Jalan Empang No.3 – di Nedus – di kelas 1C
(tempat Lie sama [Mie] pertama kali ketemu dan kenal)
Tentunya, akan dimulai dari, "Hai, namaku..."

Case Closed.

3 komentar:

Egy mengatakan...

lagi curhat ceu ??

Anonim mengatakan...

hauahhahah… dodolnya, gara2 pengen komen jadi gak baca sampe beres.. sekarang tau knapa deh apa masalahnya, curhat atuh ceu sam saya!

sei mengatakan...

katanya luka akan akan membuat kita semakin kuat lho Lie!