31.1.09

menemukan sahabat


Masih ingat posting saya ‘mencari sahabat’ ?

Berapa minggu yang lalu, saya iseng mencari sebuah nama di facebook...

Dan taraaaa, mengejutkan. Saya tidak menyangka akan menemukannya secepat itu.

Saya ingin mengintip keberadaanya saja qo.

Di satu halaman itu, dia memasang foto-nya di masa lalu (kalau bukan karena foto itu saya mungkin tidak bisa mengenalnya lagi.)

Penuh harap,

Sebelum memutuskan untuk ‘tambahkan sebagai teman’, saya mencoba mengirimkan sebuah pesan di inboxnya.

Ya, saya ingin memastikan apakah itu adalah dia, besoknya ada pesan masuk di facebook saya.

Ternyata benar dia.

Mata saya bergerak ke halaman bawah, tempat sebuah album dengan deretan foto-fotonya yang sedang tersenyum menghadap kamera, di perpustakaan, di tangga, dengan berbagai pose dan gaya.

Ya, dia jauh berbeda.

Jantung saya berdetak sedikit lebih cepat, ini adalah sebuah perasaan haru. Senang rasanya bisa mempunyai kesempatan untuk ‘bertemu’ dia lagi – seorang sahabat lama. Saya jadi ingin bertanya tentang banyak hal. Perihal sekolahnya, teman-temannya, keluarganya . . . apapun lah saya ingin bertanya macam-macam. Sayangnya saat ini, kami-saya dan dia adalah dua homo erectus yang sama sekali tidak saling mengenal. Saya jadi ragu dia masih ingat tentang kebandelan kami di masa lalu. Kami memang pernah begitu dekat dan bersahabat dalam beberapa bulan, tapi ingat kami begitu sangat jauh untuk bertahun-tahun. (almost ten years!)

Tapi saya tahu,

saat ini saya merasa telah menemukan sesuatu yang telah lama saya cari. Sesuatu yang sempat hilang dari hidup saya, yang sempat saya fikir bahwa sesuatu itu akan hilang selamanya.

Tak jadi soal.

Tentang kami dimasa lalu.

Karena saya kini sudah menemukannya toh. Walau saya menemukannya dengan sedikit perbedaan.

Hei,

Ghani Hafiyyanto . . . .

Qta masih berteman bukan?

Tanpa pernah tahu kapan lagi akan saling berjumpa. Saya cuma ingin memaknai persahabatan.


Semoga dia tidak keberatan fotonya saya pajang di kedai ini.

1 komentar:

shery mengatakan...

kapan atuh mau cerita sola aku Lie?